I.
Pendahuluan
Di zaman yang sangat canggih dan tingkat kebutuhan yang mahal, membuat setiap orang berlomba untuk mencari materi atau harta agar kebutuhan mereka dapat terpenuhi. Dan tak dipungkiri juga, terkadang karena seseorang terdesak akan kebutuhan yang semakin banyak mereka sampai menghalalkan segala cara agar kebutuhannya terpenuhi hingga melalaikan dan melupakan tanggung jawab yang seharusnya mereka emban. Maka untuk para pekerja yang baik wajib mempunyai etika dalam bekerja dan tanggung jawab atas pekerjaan yang telah dipercayai oleh atasannya untuk mereka jalankan.
Di zaman yang sangat canggih dan tingkat kebutuhan yang mahal, membuat setiap orang berlomba untuk mencari materi atau harta agar kebutuhan mereka dapat terpenuhi. Dan tak dipungkiri juga, terkadang karena seseorang terdesak akan kebutuhan yang semakin banyak mereka sampai menghalalkan segala cara agar kebutuhannya terpenuhi hingga melalaikan dan melupakan tanggung jawab yang seharusnya mereka emban. Maka untuk para pekerja yang baik wajib mempunyai etika dalam bekerja dan tanggung jawab atas pekerjaan yang telah dipercayai oleh atasannya untuk mereka jalankan.
II.
Isi
A.
Etika dalam lingkungan kerja
etika merupakan keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah atau tindakan yang baik dan yang buruk yang mempengaruhi hal lain. Etika Bisnis adalah istilah yang biasanya berkaitan dengan perilaku etis atau tidak etis yang dilakukan pleh manajer atau kepala suatu organisasi.
- Etika Individual
Masalah ambiguitas karena didasarkan pada konsep sosial dan keyakinan perorangan, maka etika dapat bervariasi dari satu orang ke orang lainnya, dari satu situasi ke situasi lainnya, serta dari satu budaya ke budaya lainnya. Dengan demikian, perilaku etis dan tidak etis sebagian ditentukan oleh individual dan sebagian ditentukan oleh budaya.
etika merupakan keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah atau tindakan yang baik dan yang buruk yang mempengaruhi hal lain. Etika Bisnis adalah istilah yang biasanya berkaitan dengan perilaku etis atau tidak etis yang dilakukan pleh manajer atau kepala suatu organisasi.
- Etika Individual
Masalah ambiguitas karena didasarkan pada konsep sosial dan keyakinan perorangan, maka etika dapat bervariasi dari satu orang ke orang lainnya, dari satu situasi ke situasi lainnya, serta dari satu budaya ke budaya lainnya. Dengan demikian, perilaku etis dan tidak etis sebagian ditentukan oleh individual dan sebagian ditentukan oleh budaya.
B.
Etika Bisnis dan Etika Manajerial
Etika manajerial merupakan standar perilaku yang memandu masing-masing manager dalam pekerjaan mereka. Walaupun etika anda dapat mempengaruhi kerja anda dalam sejumlah hal, adalah bermanfaat untuk mengklasifikasinya dari sudut 3 kategori yang luas,yaitu :
1. Perilaku terhadap Karyawan
Etika manajerial merupakan standar perilaku yang memandu masing-masing manager dalam pekerjaan mereka. Walaupun etika anda dapat mempengaruhi kerja anda dalam sejumlah hal, adalah bermanfaat untuk mengklasifikasinya dari sudut 3 kategori yang luas,yaitu :
1. Perilaku terhadap Karyawan
2.
Perilaku terhadap Organisasi
3.
perilaku terhadap Agen Ekonomi Lainnya.
C.
Menilai Perilaku Etis
Apa yang membedakan perilaku etis dari perilaku tidak etis kadangkala bersifat subyektif dan mengundang perbedaan pendapat. Tiga langkah yang disederhanakan untuk menerapkan penilaian etis terhadap situasi yang dapat timbul selama melakukan aktifitas bisnis,yaitu :
1. Mengumpulkan informasi fakta yang relevan
2. Menganalisis fakta-fakta untuk meneentukan nilai moral yang paling tepat
3. Menggunakan penilaian etis berdasarkan pada kebenaran atau kesalahan terhadap aktifitas atau kebijakan yang akan dinilai tersebut.
ada norma dan persoalan yang timbul akibat membuat keputusan etis,yaitu :
1. Utility ( Kegunaan )
2. Hak ( Rights )
3. Keadilan ( Justice )
4. Kepedulian ( Caring )
Apa yang membedakan perilaku etis dari perilaku tidak etis kadangkala bersifat subyektif dan mengundang perbedaan pendapat. Tiga langkah yang disederhanakan untuk menerapkan penilaian etis terhadap situasi yang dapat timbul selama melakukan aktifitas bisnis,yaitu :
1. Mengumpulkan informasi fakta yang relevan
2. Menganalisis fakta-fakta untuk meneentukan nilai moral yang paling tepat
3. Menggunakan penilaian etis berdasarkan pada kebenaran atau kesalahan terhadap aktifitas atau kebijakan yang akan dinilai tersebut.
ada norma dan persoalan yang timbul akibat membuat keputusan etis,yaitu :
1. Utility ( Kegunaan )
2. Hak ( Rights )
3. Keadilan ( Justice )
4. Kepedulian ( Caring )
D.
Tanggung Jawab Sosial
tanggung jawab sosial adalah satu konsep terkait,namun merujuk pada keseluruhan cara bisnis berupaya menyeimbangkan komitmennya kepada kelompok dan pribadi dalam lingkungan sosialnya.
tanggung jawab sosial adalah satu konsep terkait,namun merujuk pada keseluruhan cara bisnis berupaya menyeimbangkan komitmennya kepada kelompok dan pribadi dalam lingkungan sosialnya.
-
Model Tanggung Jawab terhadap Pihak yang Berkepentingan
Banyak perusahaan yang berjuang keras bertanggung jawab kepada pihak berkepentingan mereka,berkonsentrasi pertama-tama pada lima kelompok utama yaitu :
1. Pelanggan 4. Pemasok
Banyak perusahaan yang berjuang keras bertanggung jawab kepada pihak berkepentingan mereka,berkonsentrasi pertama-tama pada lima kelompok utama yaitu :
1. Pelanggan 4. Pemasok
2.
Karyawan 5.
Komunitas Lokal
3.
Investor
E.
Bidang Tanggung Jawab Sosial
1. Tanggung Jawab terhadap Lingkungan
2. Tanggung Jawab terhadap Pelanggan
3. Tanggung Jawab terhadap Karyawan
4. Tanggung Jawab terhadap Penanam Modal
1. Tanggung Jawab terhadap Lingkungan
2. Tanggung Jawab terhadap Pelanggan
3. Tanggung Jawab terhadap Karyawan
4. Tanggung Jawab terhadap Penanam Modal
F.
Mengimplementasikan Program Tanggung
Jawab Sosial
ada 4 tahap yang harus diambil perusahaan untuk mengimplementasikan program tanggung jawab yaitu :
1. Sikap Obstruktif
2. Sikap Defensif
3. Sikap Akomodatif
4. Sikap Proaktif
Sebuah model mengemukakan pendekatan 4 langkah untuk mendorong rasa tanggung jawab sosial diseluruh perusahaan yaitu :
1. Tanggung jawab sosial harus mulai pada puncak dan termasuk dalam perencanaan strategis
2. Para manager puncak harus mengembangkan rencana yang merinci tingkatb dukungan management
3. Seorang eksekutif harus diberi tugas dalam agenda
4. Organisasi harus sesekali melaksanakan audit sosial
ada 4 tahap yang harus diambil perusahaan untuk mengimplementasikan program tanggung jawab yaitu :
1. Sikap Obstruktif
2. Sikap Defensif
3. Sikap Akomodatif
4. Sikap Proaktif
Sebuah model mengemukakan pendekatan 4 langkah untuk mendorong rasa tanggung jawab sosial diseluruh perusahaan yaitu :
1. Tanggung jawab sosial harus mulai pada puncak dan termasuk dalam perencanaan strategis
2. Para manager puncak harus mengembangkan rencana yang merinci tingkatb dukungan management
3. Seorang eksekutif harus diberi tugas dalam agenda
4. Organisasi harus sesekali melaksanakan audit sosial
III.
Penutup
IV.
Daftar Pustaka
Ricky
W.Griffin,dan Ronald J Ebert, Bisnis, Jilid 1, Prenhallindo, Jakarta,1998.
menjalankan bisnis memang harus bertanggung jawab, terimakasih blognya sangat membantu saya
BalasHapus