Jumat, 13 Maret 2015

Mengorganisasikan Perusahaan Bisnis




I.                   Pendahuluan
Semakin banyaknya perusahaan yang berdiri di Jakarta,maka semakin sulit pula kewajiban setiap perusahaan untuk meningkatkan perusahaannya masing-masing agar dapat dapat unggul dari perusahaan lainnya. Untuk meningkatkan efektifitas dan produktifitas perusahaan, diperlukan management perusahaan yang baik supaya tercipta keselarasan dalam lingkungan perusahaan. Untuk itu, pengorganisasian perusahaan harus dijalankan agar segala kepentingan bagian perusahaan dapat terorganisir oleh pihak-pihak yang dipercaya dan dapat dijalankan dengan baik.

II.                 Isi
Struktur organisasi adalah spesifikasi pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi beserta cara-cara mengaitkan pekerjaan satu dengan yang lainnya.
-          Faktor Penentu  Organisasi
Idealnya, manajer secara teliti menilai berbagai faktor penting sewaktu mereka merencanakan dan kemudian menciptakan struktur yang memungkinkan organisasi mereka berfungsi secara efektif.
Banyak unsur yang bekerja sama dalam menentukan struktur organisasi. Yang paling utama adalah tujuan, misi, dan strategi organisasi. Perusahaan yang berkembang pest dan dinamis akan memerlukan struktur yang memberikan fleksibilitas dan pertumbuhan. Organisasi yang stabil dengan pertumbuhan yang sedang tentu akan berfungsi dengan baik dalam organisasi yang berbeda.
Ukuran, teknologi dan perubahan lingkungan jga dapat mempengaruhi struktur. Pengorganisasian dilaksanakan dengan kesadaran yang sama baik dalam lingkungan eksternal maupun internal suatu perusahaan. Sebagian besar organisasi secara kontinyu mengubah struktur mereka pada jangka waktu tertentu.

-          Dasar-dasar Pembentukan Struktur Organisasi
Tahap pertama dalam membangun struktur bisnis, baik berskala besar ataupun kecil adalah:
- Spesialisasi adalah proses mengidentifikasikan pekerjaan-pekerjaan khusus yang harus diselesaikan dan menentukan orang-orang yang akan melakukannya. Untuk melaksanakan seluruh pekerjaannya, para manajer biasanya melakukan spesialisasi,menjadi beberapa pekerjaan yang lebih kecil.
- Departemenisasi adalah proses mengelompokkan pekerjaan ke dalam unit-unit yang masuk akal.  Secara umum, departemenisasi dapat dibagi menjadi 5 macam yaitu :
1. Departemenisasi Berdasarkan Pelanggan
2. Departemenisasi Berdasarkan Produk
3. Departemenisasi Berdasarkan Proses
4. Departemenisasi Berdasarkan Geografis
5. Departemenisasi Berdasarkan Fungsi
-          Menetapkan Hirarki Pengambilan Keputusan
Setelah pekerjaan dispesialisasikan dan dikelompokkan ke dalam departemen yang dapat dikelola, tahap berikutnya dalam pengorganisasian adalah menetapkan hirarki pengambilan keputusan. Tujuannya adalah untuk mengetahui cara menyusun dan memantapkan kerangka kerja organisasi sehingga setiap orang bekerja sama dalam meraih tujuan umum. Ada 3 tahap untuk menghasilkan pengembangan hirarki yaitu :
1. Menetapkan tugas-tugas
Dalam setiap perusahaan yang mempekerjakan lebih dari satu orang, para individu harus menetapkan perjanjian mengenai tanggung jawab dan wewenang.
2. Melakukan tugas-tugas
3. Mendistribusikan wewenang
kebanyakan bisnis harus mengambil keputusan mengenai pola umum wewenang di seluruh perusahaan. Pola itu kemungkinan besar yaitu Organisasi Tersentralisasi, Organisasi Terdesentralisasi, dan Organisasi Tinggi dan Datar.

III.             Penutup
Struktur Organisasi sangat dibutuhkan dalam segala aspek perusahaan maupun organisasi-organisasi yang ada. Supaya pekerjaan yang ada menjadi lebih rapi dan terorganisir dengan baik. Sehingga tujuan yang perusahaan atu organisasi inginkan dapat tercapai dengan baik dan benar.

IV.            Daftar Pustaka
Ricky W.Griffin,dan Ronald J Ebert, Bisnis, Jilid 1, Prenhallindo, Jakarta,1998.

1 komentar: